Mitos Malam Pertama


Banyak orang bilang, malam pertama adalah malam yang paling "menegangkan" bagi para pengantin baru. Tidak jarang, ketegangan itu terjadi disebabkan oleh mitos-mitos malam pertama yang beredar dimasyarakat kita. Padahal sebenarnya, menurut dr. Nugroho Setiawan, Sp.And, andorlog dari RS. Fatmawati Jakarta, kemunculan mitos-mitos tentang malam pertama ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan calon pengantin tentang seks. Kalau gitu, yuk kita cari tahu tentang mitos malam pertama dan faktanya.

1. Mitos: Selalu menyakitkan.
Pikiran ini biasanya menghantui kaum perempuan, karena ia sudah lebih dulu khawatir kalau vaginanya tak mampu menampung penis yang besar akibat ereksi.

Fakta: Salah.
Hubungan seks yang pertama kali dilakukan, tak selalu menimbulkan rasa sakit bila yang bersangkutan sudah mempelajari seksualitas sebelum menikah. Rasa sakit biasanya terjadi karena respon seksual belum terjadi secara sempurna padanya. Vagina masih terlalu kencang, sehingga belum siap menerima penetrasi.

Ketika ada rangsangan, respon seksual akan muncul berupa ereksi pada pria, dan pada perempuan terjadi perlendiran serta pelunakan vagina. Bila vagina belum melunak tapi sudah dipenetrasi, akan timbul rasa sakit pada perempuan, inilah yang menimbulkan rasa trauma. Selain itu, pemaksaan seperti ini bisa membuat mulut rahim pecah.

2. Mitos: Penentu Keberhasilan.
Malam pertama sering dianggap sebagai penentu keberhasilan dalam berhubungan seks selanjutnya. Ketika timbul kekecewaan, misalnya karena pengalaman buruk saat malam pertama, biasanya memang mempengaruhi perasaan saat berhubungan seks berikutnya.
Pengalaman buruk ini antara lain, ejakulasi dini atau sakit yang dialami perempuan saat penetrasi. Bisa jadi, pengalaman ini akan kembali terbayang saat berhubungan seks berikutnya, sama halnya bila ternyata hubungan seks pertama itu berjalan menyenangkan.

Fakta: malam pertama bukanlah penentu keberhasilan dalam hubungan seks selanjutnya.

3. Mitos: ejakulasi dini selalu terjadi saat malam pertama.

Fakta: ejakulasi dini tidak selalu terjadi saat malam pertama.
Menurut Nugroho, ejakulasi dini terjadi akibat gairah yang terlalu tinggi dan foreplay yang kurang. Padahal sebetulnya, gairah ini bisa dikendalikan. Bila pengetahuan seksualitas yang dimiliki suami tidak memadai, ejakulasi dini bisa saja terjadi. Hal ini wajar, dan bukan pertanda buruk.

4. Mitos: Sehebat adegan film biru.
Film-film biru banyak memberi kesan berhubungan seks yang indah, heboh, bisa penetrasi dengan foreplaysingkat, atau bahkan tanpa foreplay, dan bisa penetrasi dalam waktu lama.

Fakta: Tidak selalu sehebat adegan film biru.
Belajar seks dari film biru bahkan tidak dianjurkan, karena adegan yang disuguhkan tidak berurutan, dan itu bukan pembelajaran seks yang baik. Sebab, masing-masing pihak butuh ketenangan, belaian yang tidak terburu-buru, dan penyelesaian psikologi yang baik.

Apalagi, perempuan penuh dengan perasaan. Ada kalanya, sebelum berhubungan, sebagian perempuan ingin ngobrol dulu atau dibelai untuk merangsang dirinya. Perlu diketahui, respon seksual yang baik pada wanita harus lengkap, dan ini butuh waktu yang lama, yaitu sekitar 30 menit.

5. Mitos: Seks di film biru adalah ideal.

Fakta: Anggapan ini menyesatkan.
Sebab, adegan di film biru kebanyakan hanya rekaan saja. Apalagi, bila suami menganggap ukuran penis yang ideal adalah yang besar, seperti di film biru. Kebanyakan, film biru diperankan orang-orang Barat yang notabene bertubuh tinggi besar, sehingga ukuran penisnya pun lebih besar, dibanding orang Indonesia yang posturnya kecil.

Sebaiknya, sebelum menonton film biru, pengantin baru sudah memiliki pengetahuan yang cukup mengenai seks. Sehingga, mereka lebih bijak menyikapi adegan yang disuguhkan, dan bisa memilih hal-hal yang baik.

6. Mitos: Penis besar, istri puas.
Tak sedikit suami yang merasa khawatir tidak bisa memuaskan istrinya karena memiliki penis kecil. Ia lalu menganggap, istrinya baru akan puas jika penis pasangannya berukuran besar.

Fakta: Bukan ukuran besar kecilnya penis yang bisa memuaskan pasangan.
Melainkan, kekerasan penis itu sendiri. Bila penis besar tetapi tidak bisa melakukan hubungan seks dengan baik, maka bukan tidak mungkin justru ejakulasi dini terjadi.
 

Apa Kata Anda

0 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Face Book SSA

Artikal Terbaru

5 Artikel Popular

Novel Pilihan

Ruangan Iklan

  • Promote Our Blog